Kecenderungan Mengorbankan Orang Lain
By indra at 22 August, 2008, 4:14 pm, 45 views
|
|
Pagi tadi saya ketika saya berangkat ke kantor, sekitar jam 07.50 saya sampai di Jl. Raya Darmo Surabaya, tepatnya di depan Hotel Mercure (Grand Mirama Surabaya), karena saya dari arah Sidoarjo menuju ke Surabaya.
Seseorang yang sedang naik sepeda motor dengan kecepatan tinggi melihat ada lubang yang menganga di depannya (istilah Jawanya “jeglongan”), mungkin karena terkejut dia banting stir ke kiri berusaha menghindari lubang tersebut. Hampir saja aksi orang tersebut membahayakan orang lain yang ada di belakang dan lebih-lebih yang ada di sampingnya. Untungnya tidak sampai terjadi kecelakaan, coba bayangkan jika sampai terjadi kecelakaan, bayangkan apabila orang yang di sebelah tersebut membawa anak kecil, orang tua, wanita hamil, dan sebagainya.
Mungkin hampir setiap hari kita melihat, mengalami dan mungkin menjadi pelakunya, dimana kita secara sengaja atau tidak mengorbankan orang lain, dengan membahayakan keselamatan mereka. Kita yang ngebut dan kurang konsentrasi, tetapi giliran menghadapi masalah, ada mobil di depan kita berhenti tiba-tiba, ada “jeglongan”, atau ada apapun yang membuat kita terkejut, kita dengan seenaknya banting stir dan membayakan keselamatan orang lain.
Menurut saya kalau kita tidak siap mengorbankan diri kita sendiri, terutama di jalan raya ketika menghadapi “jeglongan” atau kendaraan lain di depan kita yang berhenti secara tiba-tiba, lebih baik kita pelan-pelan saja, nggak usah ngebut, nggak usah cari perhatian, nggak usah sok jadi pembalap. Kalau merasa udah jagoan ngebut, lawan tuh “The Doctor” alias Valentino Rossi. Kalau kita berani ngebut di jalan, ugal-ugalan, hadapi dengan “gentle” apabila ketemu “jeglongan”, jangan banting stir sehingga mengorbankan orang yang berada di samping atau di belakang kita, tetapi hadapi “jeglongan” tersebut.
Belum ada komentar.