Krisis Ekonomi Global, Saatnya Indonesia Bangkit
By indra at 20 February, 2009, 10:28 am, 203 views
Perusahaan-perusahaan kelas kakap Amerika seperti Lehman Brothers, Bear Stern, dan AIG bangkrut. Banyak lagi yang akan menyusul, berita terakhir yang saya lihat di televisi, dua perusahaan Jepang baru saja menyatakan bangkrut. Kepanikan melanda lantai bursa di seluruh dunia, sehingga menyebabkan harga saham babak belur, termasuk saham-saham di Bursa Efek Indonesia. Pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara Eropa telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan perekonomian dengan dana talangan ratusan milliar dollar. Tetapi belum juga menunjukkan hasil.
Berita televisi dan surat kabar di tanah air dipenuhi kabar bangkrutnya perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia, serta berita tentang terus anjloknya index saham di seluruh bursa saham dunia. Tidak ketinggalan acara dialog dengan pengamat-pengamat ekonomi membahas krisis yang sedang terjadi.
Terus terang saya terkadang sebal melihat pengamat-pengamat tersebut, yang menurut saya sok pintar, dan padahal belum tentu mereka itu pelaku pasar.
Kalau cuma sekedar ngomong sih mudah, tetapi mengambil keputusan adalah hal yang sama sekali berbeda dan sulit. Berani ngomong belum tentu berani mengambil keputusan. Sudah lupakah kita bahwa banyak bapak-bapak dan ibu-ibu yang sekarang memegang jabatan di pemerintahan, dulunya pengamat juga, dan dulu kelihatan pintar, tetapi bagaimana sekarang?
Kondisinya sekarang berbeda, mereka adalah bagian dari pemerintah, yang harus segera mengambil keputusan yang tepat untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia dari imbas krisis ekonomi global yang sedang melanda dunia.
Saya yakin kita semua maklum bahwa ketika sebuah keputusan diambil, tentu ada dua belah pihak yang terkena dampak keputusan tersebut, yaitu pihak yang diuntungkan serta pihak yang dirugikan. Disitulah sulitnya, mempertimbangkan dampak keputusan yang akan diambil, yang tentu saja sebisa mungkin lebih banyak pihak yang diuntungkan terutama rakyat kecil dibandingkan yang dirugikan.
Jika hal ini dianalogikan dengan hal lain yang sejenis, saya kadang merasa geli melihat siaran sepakbola, katakanlah Liga Italia, dimana yang main bola orang barat yang kita telah ketahui bersama prestasinya di tingkat internasional, sedangkan pengamatnya orang Indonesia. Bagaimana mungkin kita yang memiliki prestasi sepakbola internasional yang sama sekali tidak bisa dibanggakan, dan belakangan peringkat FIFA kita terus merosot berani mengomentari sepak bola Eropa?
Menurut saya, para pengamat-pengamat yang sekarang ketiban rejeki dengan adanya krisis ekonomi global ini (karena sering dipanggil untuk memberikan pendapatnya di televisi) hanya bisa ngomong aja. Bahkan salah satu pengamat yang dulunya pernah menjadi anggota DPR, bilang bahwa ekonomi kita ini sudah salah sejak awal. Lha dulu waktu anda jadi anggota DPR dulu kemana aja?
Pengamat-pengamat tersebut gampang aja ngomong, pemerintah mestinya harus begini, harus begitu, karena anda tidak dalam posisi mengambil keputusan, dan kalaupun pendapat anda salah tidak ada orang yang akan komplain. Tetapi coba bayangkan kalau saat ini anda duduk sebagai Menko Perekonomian, Gubernur Bank Indonesia atau jabatan lainnya yang sangat penting perannya di dalam keadaan krisis ekonomi seperti sekarang ini, dimana anda harus segera mengambil keputusan yang tepat untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia?
Kalau mau memperbaiki keadaan ini, menurut saya alangkah indahnya jika pengamat-pengamat, praktisi, atau siapa aja yang mengerti masalah-masalah ekonomi dan finansial duduk bersama mencari jalan keluar terbaik untuk menyelamatkan bangsa ini. Keluarkan semua ilmu yang anda miliki dan pengalaman anda.
Lebih baik sekarang kita semua bersatu, kalau kita mengerti ekonomi, mari kita sumbangkan pemikiran kita untuk bisa menyelamatkan bangsa ini. Marilah kita bantu pemerintah kita dengan ide-ide yang cemerlang dan membangun. Saya yakin kita masih memiliki sumber daya yang bisa diandalkan, baik manusia maupun alamnya. Bagaimanapun juga kita harus tetap optimis, keadaan ini bisa kita atasi asalkan kita bersatu.
Saya pernah membaca sebuah buku yang isinya sangat inspiratif? Dikatakan di buku tersebut bahwa di tengah krisis atau kekacauan, disitu terdapat peluang. Jadi kenapa kita tidak melihat ini semua sebagai sebuah peluang? Sebagai cambuk bagi kita semua untuk memikirkan bagaimana menggali potensi yang dimiliki tanah air kita, untuk mencapai masyarakat Indonesia yang sejahtera.
Saatnya Indonesia bangkit, dan bisa berdiri di atas kaki sendiri, tidak bergantung terhadap bangsa asing.

































Belum ada komentar.